Image dalam industri hiburan musik kontemporer sebenarnya sudah seperti hukum tak tertulis, dimana si musisi dan performer diwajibkan punya aura atau esensi karakter yang jadi trade mark-nya. Cara mem-presentasi-kan image jadi komponen terpenting setelah musiknya, of course. Banyak musisi kontemporer akhir2 ini bersusah-susah menangkap image dan karakter yang jadinya malah cenderung terlihat manufactured. But some of them were born with it, as they were and still are until now, naturally.
Para musisi dan band terangkum dalam artikel dibawah ini adalah sebagian individu yang sukses meng-akumulasi musik yang lahir dari jiwa mereka dengan karakter dan image, menjadi satu kesatuan elaborasi audio, visual & fashion. Without the image, the music served as a mere of blank canvas. Hence, it needed the colours. Here are some of the names. There are loads more of course. Mungkin ada yang mau nambahin sendiri? Be my guest
Paul Simonon (The Clash / Bassist )
Dari combat punker, city rocker, sampe rude boy gangster, The Clash berhasil nangkap esensi fashion yang juga merupakan status sosial kelas pekerja Inggris. Tapi personil yang mem-presentasikan image tadi dengan sentuhan danger edge bisa dibilang basis Paul Simonon. Postur badan tinggi, setinggi tulang pipinya. Bretel dan boots, rambut pirang kelimis selalu tertata rapi (era London Calling ke depan). Paul Simonon juga afiliasi terdekat The Clash ke kultur Jamaika, yang membuat grup ini punya kredibilitas valid buat meng-adopsi reggae kedalam formula musik The Clash.
Influenced by : Rude boys/ The Mods/ Rockers/ James Dean/ Marlon Brando/ Elvis Presley
Influence on : Carlos Dangler (Interpol)/ Richey James Edwards (Manic StreetPreachers)/ Duff Mc Kagan (Guns N Roses+Velvet Revolver)
[Perry Farell] [David Bowie]
Perry Farrell (Janes Addiction + Porno For Pyros/ Vocalist)
Yang satu ini ngga pernah kehabisan ide untuk memperlakukan penampilan-nya pararel dengan musik Janes Addiction. Erratic, sensual, berbahaya, dan ngga lupa sepercik sentuhan tribal dan shamanisme (masih ingat dreadlock panjangnya?). Satu karakter fashion yang paling mencolok dari Perry Farrell adalah suksesnya menyelaraskan warna dan motif pada apa saja yang melekat. Ngga pernah salah dalam berpenampilan. Aksesoris yang dipakai-pun seolah-olah memang dibuat terpasang dibadan-nya. Dari boa feather, topi fedora, leather gloves, fish net corset.O yes, Looking at Perry Farrell is looking at a work of fashion.
Influenced by : Jim Morrison/ Iggy Pop/ Screamin Jay Hawkins/ Syd Barret/ John Lydon
Influence On : Tool/ Trent Reznor (Nine Inch Nails)/ Brian Molko (Placebo)
David Bowie (Solo Performer/ Musician/ Vocalist)
Its fucken Bowie! Seluruh perjalanan karirnya adalah perkawinan antara fashion dan rock n roll. Bowie yang me-legitimasi-kan strategi promosi bahwa image making dalam industri musik menempati urutan kedua setelah musik-nya. Agak riskan rasanya kalo menyebut Bowie sebagai revolusioner dalam pergerakan kebebasan seksual di industri musik dekade 70-an. Tapi sejak Ziggy Stardust dirilis, lahir generasi baru yang sadar akan opsi trans-gender dan ngga ragu untuk tampil ekspresif, eksperimental dan glamour. Transisi dari Mod London Boy, Hippie Beatnik, Alien Rocker, sampai The Thin White Duke, semua fase dilalui dengan transformasi mulus, sejalan dengan pendewasaan musiknya.
Influenced By : German Cabaret/ New York Dolls/ Warhols Factory/ Kraftwerk/ Brian Eno (Roxy Music)
Influence on : Scissor Sister/ Fischerspooner/ Kurt Cobain/ Gary Numan/ Joy Division/ Einsturzende Neubauten/ Brett Anderson (Suede+The Tears)/ Thom Yorke (Radiohead)/ Morrissey(Tthe Smiths)
Jimi Hendrix (Solo Performer + Musician + The Jimi Hendrix Experience+ Band of Gypsys/ Guitarist & Vocalist)
Ada suatu aura mistikal bila kita bicara si Dewa Gitar yang satu ini. Hendrix menyerap esensi universal alam semesta dalam ribuan perjalanan-nya keluar dari alam sadar, lalu mentranslasikan-nya dalam bahasa musik kosmik dan warna antariksa yang mengalir di tubuhnya.best enjoyed in your unconsciousness. Its Hendrixwhat else we could say other than magical?
Influenced by : Bob Dylan/ Little Richard/ Muddy Waters/ Chuck Berry
Influenced On : About every fucking guitarists on earth that has claimed playing The Blues
Prince (Solo Performer/ Musician/ Vocalist)
Satu kata yang bisa merangkum image Prince : flamboyan!Yes, Prince Roger Nelson adalah salah satu sosok musisi yang sadar betul akan potensi dan pengaruh image dirinya sebagai nilai jual. Selalu berkonotasi seksual, baik lirik, musik sampai ke bahasa tubuh. Semuanya ter-ekspresi dengan ekstrim, dan ngga jarang ngundang kontroversi. Ngeliat penampilan dan performa Prince, kita bakalan di-provokasi imajinasi groupsex liar maraton semalam suntuk dibawah warna-warni bola kaca lampu disko. Sayangnya, itu semua berhenti di tahun 1998 setelah mengabdikan dirinya untuk menjadi penganut Jehovahs Witness. Still, hes one sexy motherfucker
Influenced by : Little Richard/ Jimi Hendrix/ Marvin Gaye/ Sly Stone/ Bootsy Collins
Influence On : Outkast/ Lenny Kravitz/ Richard D.James (aka Aphex Twin)/ Jimi Tenor/ Basement Jaxx/ Green Velvet
Keith Richards (The Rolling Stones/ Guitarist)
O yeaPeriode Sticky Fingers sampe Some Girls, dimana selera konsumsi-nya buat kokain dan heroin udah diluar kendali. Rambut kusut, kantung mata cekung menggantung, cuma kerangka tulang terbungkus kulit. A walking corpse, 100% junkie. I Love It !..
Influenced by : Muddy Waters/ Bo Diddley/ Chuck Berry/ Hunter S.Thompson/ William S. Burrough
Influence On : Johnny Thunders/ Patti Smith/ Izzy Stradlin & Slash (Guns N Roses)/ Carl Barat (Dirty Pretty Things)/ Pete Doherty (Babyshambles)/ The Black Crowes
Sid Vicious (Sex Pistols + Vicious White Kids/ Bassist &Vocalist)
One of my personal fave. Satu lagi basis yang berhasil jadi ikon dan figur vital dalam pembentukan image pemberontak punk rock. Bertolak belakang dengan sosok idiot yang di-proyeksikan media, Sid ternyata punya sense of intelligence buat nyusun strategi mem-presentasikan karakter dan image-nya jadi seorang ultimate Sex Pistols (bahkan Rotten sendiri sempat ngomel2 ngerasa kecolongan. Liat The Filth and The Fury!). Cuma dalam waktu 2 minggu belajar bass, dan langsung menempati posisi Glen Matlock (Yeah, he really did played!). Sid tau benar gimana cara nipu media yang cuma percaya all the hype. Sayangya, ketemu Nancy Spungen, kena heroin dan jadi idiot beneran!
Influenced by : David Bowie/ The Ramones/ Johnny Thunders (NY Dolls)
Influenced on : About every fucking punk rocker ever walked on earth
The Cramps
Mungkin bisa disebut salah satu band yang paling konsisten image-nya, bukan hanya untuk the sake of marketing tool, tapi bener2 udah jadi bagian integral karakter band. Komponen fetishme, film horror B-Grade murahan dari tahun 50-an, dan vampirisme jadi obsesi pasangan Lux Interior (vokal) dan Poison Ivy (gitar) sehari2. Elemen-elemen tadi juga yang memicu mereka untuk meng-ekspresikan dalam format musik dan nge-bentuk The Cramps. Kelak, sound yang mereka rajut bakalan jadi blueprint untuk apa yang disebut Psychobilly.
Influenced by : Ed Wood/ Vampira/ Bela Lugosi/ Link Wray/ Jayne County & The Electric Chairs
Influence On : Bauhaus/ The Horrors/ White Zombie/ Reverend Horton Heat
Straycats
Kayak the Cramps, Trio Straycats juga merupakan band yang lived up to its words and music sampe akhir sejarah mereka di tahun 92. Memperlakukan setiap detil aspek musik dan hidup mereka kayak masih terperangkap di dekade 50-an dimana Teddy-Boy masih menguasai jalan-jalan kota Inggris. Dimana Hells Angels masih men-teror jalanan kota Amerika. Big tattoos, big quiff, and a whole lotta noise!!!
Influenced by : Teddy Boy/ Eddie Cochran/ Elvis Presley/ Gene Vincent
Influenced On : The Meteors/ The Living End/ Jon Spencer ( Blues Explosion)
Siouxsie Sioux (Siouxsie and The Banshees + The Creatures/ Vocalist)
Tadinya nama Dave Vanian akan masuk dalam daftar sebagai salah satu ikon yang meng-kristalkan image goth. But Ill go for the first ladyThe pale make-up, smokey eye shadow, and blood-red lipstick. Sioux, -bareng peserta kontingen Bromley lain dan Sue Catwoman- mungkin bukan inventor (mencuri sosok penyihir-nya dari aktris Horor B-movie Hollywood 50an Vampira ), tapi sensasi ekstrim-dan doomed image-nya berhasil membawa The Banshees ke peta goth sebagai salah satu originator musik umtuk pengiring pemakaman.
Influenced By : Vampira/ Anne Rice/ Edgar Allan Poe/ Nico
Influence On : Elvyra/ Lydia Lunch/ Switchblade Symphony/ The Jesus and Mary Chain/ Hope Sandoval/ Dot Alison
Debbie Harry (Blondie + Solo Performer/ Vocalist)
Eks Playboy bunny yang mem-presentasi-kan image New York chic look, Street smart sassy, dan dont-give-a-fuck attitude dalam satu paket lolipop. Berwarna, genit, tapi juga threathening. Mau tau dari mana Madonna mencuri inspirasi? Mau tau dari mana The Strokes mencuri skinny tie plus blazer-nya?Look at Deborah Harry and those boys in Blondie.
Influenced by : Candy Darling/ The Shangri-Las/ Chic/ The Ronettes/ Marianne Faithfull
Influence On : Karen O (Yeah Yeah Yeahs)/ Gwen Stefani/ Madonna/ Chicks On Speed/ Shirley Manson (Garbage)/ Courtney Love (Hole)



